Pahit Manis & Imlek di Makassar

Ini adalah hari kelima saya berada di Makassar dan masih ada 6 hari lagi sampai pulang ke Jakarta. Kerasa sebentar dan kerasa lama juga. Dan selama lima hari ini, lumayan banyak juga cerita yang saya rasakan. Terutama pas saat pertama kali mau flight karena saya kayaknya banyak mengalami kesialan. Pertama, kaki saya baru selesai dijahit, walaupun cuma 2 jahitan, karena kemasukan kerikil kecil. Dan sialnya, operasi kecil itu dilangsungkan 5 hari sebelum berangkat ke Makassar. Walhasil kaki ini masih nyut-nyutan kalau dipakai jalan. Plus, karena saya cuma bisa jalan pakai telapak bagian belakang, betis ini rasanya pegal banget nahan beban kalau jalan lama-lama. Dan selama di Makassar pun saya jadi bolak-balik ke rumah sakit karena harus dicek dan diganti perban 3 hari sekali. Alhamdulillah kemarin sudah bisa dilepas jahitannya.

Continue reading “Pahit Manis & Imlek di Makassar”

Menjelajah Kuliner Makassar II

Hola! Greetings from Makassar.

Ini hari ketiga saya di Makassar untuk bekerja. Ya, kedua kalinya saya mengunjungi kota Makassar adalah bukan untuk jalan-jalan (lagi), melainkan untuk penelitian. Saya datang ke sini bersama bosku yang merupakan seorang senior researcher untuk menjadi asistennya selama di sini.

Kami datang ke Makassar hari Minggu tanggal 15 Februari. Pagi-pagi waktu kami berangkat, cuaca lagi kurang bagus hari itu karena hujan dari pagi. Hati saya sudah deg-degan karena takut turbulence selama penerbangan, takeoff-nya juga nggak mulus dan bikin jantungan. Tapi Alhamdulillah, ternyata di atas awan cerah dan penerbangan mulus dan kamipun selamat sentosa sampai di Bandara Sultan Hasanuddin. Bagi saya, Makassar adalah surga makanan enak. Walaupun sudah pernah nyoba, tetep saja saya ingin icip-icip lagi. Berikut adalah makanan yang sudah saya coba selama 3 hari di sini.

Continue reading “Menjelajah Kuliner Makassar II”

Notes on My Job

“Kerja di LSM? Memang ada duitnya?”

Begitulah yang papa saya tanya saat saya mulai bekerja selepas lulus kuliah. Salah satu terapis dokter kulit saya juga waktu itu tanya saya kerja di mana, dan saat saya bilang LSM, dia cuma bilang, “Oh…” seolah nggak tahu mau ngelanjutin arah pembicaraan ke mana. Begitu juga orang bank yang menanyakan pekerjaan saya saat mau membuka rekening baru. Memang, kalau dengar kata LSM, bagi sebagian (atau mungkin sebagian besar) orang adalah pekerjaan yang nggak familiar atau nggak ada duitnya alias voluntarily.

Continue reading “Notes on My Job”